Rabu, 24 Januari 2018

Perkembangan Seni Pahat Di Indonesia

 Hasil gambar untuk seni PAHAT
Di Indonesia, seni pahat mulai dikenal sejak zaman perunggu. Hal ini dibuktikan dengan peninggalan-peninggalan berupa patung, peti kubur batu, gelang, cincin, gelang kaki dan lain-lain.
Seni pahat mengalami perkembangan yang pesat pada masa Hindu-Budha. Seni pahat banyak menghiasi candi atau bangunan lain. Patung dengan berbagai bentuk dan gambaran juga banyak dibuat. Hal ini tidak mengherankan karena candi dan patung adalah “sarana’ peribadatan penting bagi pemeluk Hindu dan Budha.
Ketika kejayaan Hindu Budha surut dan digantikan Islam, seni pahat juga ikut surut. Hal ini, selain karena sudah berpindah keyakinan (sehingga patung dan candi sebagai sarana peribadatan sudah tidak diperlukan), juga Islam “melarang pembuatan” patung atau membuat sesuatu yang menyerupai makhluk hidup. Seni pahat lebih berkembang pada pembuatan jirat/maesan dan alat-alat rumah tangga. Tetapi pada daerah-daerah yang tidak atau kurang tersentuh Islam, seni pahat tetap berkembang seperti semula. Misal daerah pedalaman dan Bali.
Pada masa penjajahan Belanda seni pahat juga bisa dikatakan stagnan. Baru setelah Jepang berkuasa di Indonesia, seni pahat dihidupkan kembali. Tujuan pokok sebenarnya bukan pada perkembangan seni pahat tersebut, melainkan untuk mengambil hati rakyat Indonesia.
Setelah proklamasi kemerdekaan, Presiden Soekarno (yang juga seorang pecinta seni) berusaha mengembangkan seni pahat. Bila sebelumnya hasil seni pahat lebih untuk memenuhi kebutuhan hidup, sekarang lebih pada untuk memenuhi kebutuhan keindahan. Pada masa kini banyak lahir pemahat dan pematung dengan hasil karyanya yang cukup tersohor.

0 komentar:

Posting Komentar